May 5, 2005

Tuhan sudah mati, kawan..!

Filed under: Umum

Zarathustra bersunyi di puncak pegunungan bertahun-tahun, mencari esensi semesta dan dirinya sendiri. Suatu hari ditatapnya sang mentari pagi. “Hai bintang yang besar. Macam apa kebahagiaanmu tanpa adanya mereka yang kau sinari.” Dan turunlah ia ke kota-kota, ke yang dinamakan peradaban. Mengajak manusia untuk mengerti arti keberadaannya di semesta ini, memahami kebesaran dirinya sendiri, menolak kebergantungan pribadi pada apa pun. “Tuhan sudah mati.” Zarathustra membunuh Tuhan.

Tentu, ini Zarathustra rekaan Nietzsche. Nietzsche yang hidup di akhir abad ke 19. Kita tahu apa itu akhir abad ke 19. Ilmu pengetahuan dan teknologi sedang mencapai puncaknya, atau setidaknya mereka pikir begitu. Newton dan kawan-kawan membuat semua orang yakin bahwa semesta itu merupakan kalkulasi linear yang dapat diuji, dengan sebab akibat yang jelas. Dan pengaruhnya terekstrapolasi ke Darwin, Marx, juga kemudian Freud, entah siapa lagi. Barangkali 70% ilmu fisika sudah dikuasai, sisanya bisa diprediksikan, dan ilmu-ilmu lain analog dengan fisika.

Tapi sebentar, apakah blog-ing termasuk salah satu bidang yang se-analog dengan fisika..? Saya tidak tahu persis, yang jelas dan yang saya tahu betul, Tuhan selalu menunjukkan keberadaannya (baca: tanda-tanda kehidupan-Nya) dengan 2 mekanisme alam (seperti yang tersirat dala Al Quran surat Al Alaq ayat 1-5), yang pertama, yaitu iqro’ atau membaca dalam arti harfiahnya, yaitu sebuah mekanisme mendasar tentang bagaimana seorang manusia mendapatkan ilmu pengetahuan, membaca bukan berarti menterjemahkan teks-teks yang tertulis, tapi membaca adalah melihat, mengamati, mengambil pelajaran dan mengambil kesimpulan dari semua kejadian yang tersebar di alam semesta. Dan yang kedua adalah al Qalam, yang secara harfiah artinya adalah pena, sebuah perangkat dasar untuk menulis.

Jadi jika di dalam blog ini, 2 komponen dasar itu mati, jangan berharap banyak, kawan..! Bisa jadi Tuhan sedang mati atau reses satu sesi di blog ini, dan menunggu kita untuk membangunkan-Nya lagi..

Salam kenal, Cuk!

2 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://kantin.blogsome.com/2005/05/05/tuhan-sudah-mati-kawan/trackback/

  1. kamu yakin Tuhan reses ?
    Tuhan punya “blog” sendiri kok :)

    Comment by Andry — May 6, 2005 @ 10:59 am

  2. Sebenarnya, pendekatan melalui 2 metoda yang penulis sebut diatas (membaca, dan menulis), bukan satu-satunya pendekatan yang ada. Satu lagi, pendekatan spiritual, dimana seseorang mengenal Tuhan melalui Tuhan itu sendiri. Seperti perkataaan Ali bin Abi Thalib : “Aku tidak mengenal Tuhan (Allah) melalui Muhammad, karena jika itu terjadi pastilah aku menjadi seorang agnostik. Aku mengenal Dia melalui Dia.”

    Comment by jabier — May 9, 2005 @ 9:39 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>