an old friend of mine has just sent me email this quote :
Orang awam berzikir dengan lidah, meski hatinya turut mengikuti.
Dia berulang-ulang menyebut nama kekasihnya dan merasa senang karenanya.
Sedangkan orang khawas berzikir dengan hati.
Dia membayangkan hakikat sang kekasih dilubuk hati dan terjadilah percakapan ruh.
Sementara zikir termulia adalah leburnya pezikir didalam Mazkur (yg diingat).
Dia kehilangan kesadaran diri dan menyatu dengan objek cintanya.
(Rindu Tiada akhir-Binyamin abrahamov.hal-205)
Frankly, I totally lost about this. Anyone can help ?

Which part you are loosing ?? Yang pertama dan yang kedua sepertinya sudah cukup jelas. Yang terakhir ? He..he..he..ada satu kaidah yang saya ingat : “Dia yang tidak mengalami, tidak akan pernah tahu rasanya. Dan yang pernah tahu rasanya, tidak akan sanggup menceritakan rasanya.”
Salam,
jabier
Comment by jabier — May 10, 2005 @ 2:34 pm