May 10, 2005

Re: Re : Quo Vadis Kantin ITS?

Filed under: Umum

Mungkin ini adalah posting terakhir menggunakan judul : “Quo Vadis Kantin ITS?” dengan tambahan “Re: ” berkali-kali didepannya, setelah itu pasti Godfather dari blog ini akan bikin peringatan keras, dengan bahasa tetek bengeknya, bahwa selain dia adalah “anak kemaren sore” dalam dunia per-blog-an..

Akhir 1999
Pasca Bakti Kampus ITS 1999, mantan SC gugus, Mas Lege’ bilang : “Mad, sering-sering nang kantin yo.. awakedewe diskusi nang kunu ae.. akeh wacana ITS sing perlu kon eruhi..”

2000
Pemira ITS, semakin mempertontonkan padaku ada 2 kekuatan yang terdistorsi dalam 2 kutub kuat yang saling berlawanan. Gesekan semakin rawan dan penuh kenangan, saat terjadi insiden memalukan pada saat penutupan Bakti Kampus ITS 2000. Mata batinku sedikit tercengang, terbuka lebar.. aku menjadi penonton.

10 Nopember 2000
Demo peringatan Hari Pahlawan. Bersama KAMI. Berhari-hari hanya membahas serangkaian mekanisme dan ending ceremonialnya. Aku jadi aster, kekekekekekk…

2002
Membangunkan kembali ruh yang sempat tertidur, membangkitkan idealisme yang pernah terseok-seok oleh birokrasi, mengumpulkannya, menyusunnya kembali, mengatur strategi, dalam wadah Bakti Kampus ITS 2002. Semua untuk 1 kata : Idealisme! Yang tak boleh mati (lagi).

Awal 2005
Kantin penuh wajah baru. Penuh wangi-wangian, wajah-wajah cantik, penuh canda tawa, pernak-pernik, seakan mengubur semua bagian dari sejarah, yang kutemukan hanya kilatan kenangan : “disini kami pernah ada, berpacu dengan waktu menorehkan idealisme, menyusunnya dalam sebuah pergerakan, membuat revolusi itu tidak pernah berhenti bergulir..”

Nama-nama yang tak bisa kulupa : Mas Lege, Purwito, Agus Restyono, Danang, Andias, Luki, Teno, Blaque, Mardi, Sigit, Lutfi, Kaspo, dan nama-nama yang sudah terkelupas dari memory ku, semua yang begitu berharga untuk diingat, semua yang begitu berharga untuk dikenang, semua yang begitu berharga untuk ditulis dalam kertas sejarah.

Aku bukan kantiner sejati, aku tahu aku tidak layak menyandang itu.. tapi aku tahu bagaimana caranya menghormati mereka.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://kantin.blogsome.com/2005/05/10/re-re-quo-vadis-kantin-its/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>