<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>Kantin ITS</title>
	<link>http://kantin.blogsome.com</link>
	<description>Kantin ITS on Blog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Jun 2005 10:37:22 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>

	<item>
		<title>IN LOVING MEMORY!!</title>
		<description>	Beruntunglah kau kawan!!!
Engkau mendahului kami meninggalkan semua kebusukan dan kebohongan dunia fana ini
Dan memasuki alam lain yang kekal
Kami tidak akan mencucurkan air mata kesedihan
Kami akan tetap tersenyum
Karena kami yakin kau telah berbahagia disana
Walau kau telah pergi
Kau akan selalu di hati kami
Tenang,tenanglah kawan!!!
Karena kami akan selalu mengirimkan do&#8217;a-do&#8217;a
Untuk kebahagianmu disana
Selamat jalan ...</description>
		<link>http://kantin.blogsome.com/2005/06/17/in-loving-memory/</link>
	</item>
	<item>
		<title>DEMI KEADILAN</title>
		<description>	Hoiiii…., salurkanlah dana PILKADA kepada kami
	Berikanlah dana kampanye anda kepada kami
	Jangan biarkan dana itu terbuang sia-sia
	Tanpa ada guna
	 Beri kami uang untuk pendidikan
	 Beri kami harapan untuk masa depan
	 Kami tak ingin impian direnggut kemiskinan
	 Kami tak mau kehilangan harapan
	Karna kami semua adalah anak bangsa
	Karna kami mempunyai hak yang sama
	Kami ...</description>
		<link>http://kantin.blogsome.com/2005/06/13/demi-keadilan/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Atas Nama Kebiadaban</title>
		<description>	Atas Nama Kebiadaban,
‘Kuhancurkan semua tempat yang ingin kuhancurkan,
‘Kuambil nyawa orang-orang, entah bersalah atau tidak,
‘Kuledakkan tempat-tempat yang ingin kuledakkan.
	Atas Nama Kebiadaban,
, tidak, tidak ada yang lain,
kadang-kadang aku berlindung dibalik jubah agama,
atau jas para birokrat,
tertawa riang bersama cukong-cukong bisnis,
sekali lagi, bukan atas atau untuk nama apapun,
selain kebiadaban semata.
	‘kupalsukan segala yang bisa kupalsukan,
‘kupisahkan ...</description>
		<link>http://kantin.blogsome.com/2005/05/30/atas-nama-kebiadaban/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Miss Universe</title>
		<description>	

	Satu gambar, multi virus 


 </description>
		<link>http://kantin.blogsome.com/2005/05/28/universe/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Trackback</title>
		<description>	Saya sempat pesimis.
Awalnya saya kira Kantin Digital akan hiatus. Lagi-lagi dalam hidup, saya salah. Dan jujur, rasa salah seperti ini sangat menyenangkan  .
	Menarik apa yang diposting oleh Mas Jodi, Mas Teno, dan Mas Rachmad tentang Quo-Vadis Kantin ITS. Ini adalah contoh sempurna tentang apa itu trackback.
	Sebagaimana yang kita mahfum, ...</description>
		<link>http://kantin.blogsome.com/2005/05/11/trackback/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Re: Re : Quo Vadis Kantin ITS?</title>
		<description>	Mungkin ini adalah posting terakhir menggunakan judul : &#8220;Quo Vadis Kantin ITS?&#8221; dengan tambahan &#8220;Re: &#8221; berkali-kali didepannya, setelah itu pasti Godfather dari blog ini akan bikin peringatan keras, dengan bahasa tetek bengeknya, bahwa selain dia adalah &#8220;anak kemaren sore&#8221; dalam dunia per-blog-an..
	Akhir 1999
Pasca Bakti Kampus ITS 1999, mantan SC ...</description>
		<link>http://kantin.blogsome.com/2005/05/10/re-re-quo-vadis-kantin-its/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Re : Quo Vadis Kantin ITS?</title>
		<description>	Kantin ITS, 29 Februari 2000
Akhirnya, dengan berat hati organisasi yang telah memberikan banyak hal kepada kami ini terpaksa dibubarkan. Karena tiadanya kepedulian dari para pendiri dan anggota, serta kevakuman yang telah terjadi beberapa bulan terakhir.
Kantin ITS, 4 Maret 2000, Siang Hari
“Janc*k kon!!!. Kon iku sopo? Kon iku arek wingi sore, ...</description>
		<link>http://kantin.blogsome.com/2005/05/10/re-quo-vadis-kantin-its/</link>
	</item>
	<item>
		<title>speaking about God..</title>
		<description>	an old friend of mine has just sent me email this quote : 
	Orang awam berzikir dengan lidah, meski hatinya turut mengikuti.
Dia berulang-ulang menyebut nama kekasihnya dan merasa senang karenanya.
Sedangkan orang khawas berzikir dengan hati.
Dia membayangkan hakikat sang kekasih dilubuk hati dan terjadilah percakapan ruh.
Sementara zikir termulia adalah leburnya pezikir ...</description>
		<link>http://kantin.blogsome.com/2005/05/09/speaking-about-god/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Quo Vadis Kantin ITS ?</title>
		<description>	
&#8220;Tidak ada privilege yang abadi. Yang abadi hanyalah rakyat&#8221; -Mira Bauw-
	Kantin ITS, medio Agustus 1995
Kepulan-kepulan asap rokok ditingkahi dengan tegukan kopi hitam kental, asyik mengiringi diskusi-diskusi yang diadakan oleh (waktu itu) GPK, sebuah singkatan dari Gerombolan Penghuni Kantin ITS, dengan logonya yang begitu manis, sendok&#8211; dan garpu&#8211; ditingkahi senyum sebuah ...</description>
		<link>http://kantin.blogsome.com/2005/05/09/quo-vadis-kantin-its/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Tuhan sudah mati, kawan..!</title>
		<description>	Zarathustra bersunyi di puncak pegunungan bertahun-tahun, mencari esensi semesta dan dirinya sendiri. Suatu hari ditatapnya sang mentari pagi. &#8220;Hai bintang yang besar. Macam apa kebahagiaanmu tanpa adanya mereka yang kau sinari.&#8221; Dan turunlah ia ke kota-kota, ke yang dinamakan peradaban. Mengajak manusia untuk mengerti arti keberadaannya di semesta ini, memahami ...</description>
		<link>http://kantin.blogsome.com/2005/05/05/tuhan-sudah-mati-kawan/</link>
	</item>
</channel>
</rss>
